Analisis Perubahan dari Perusahaan PT Pertamina
Makalah
Manajemen Perubahan Budaya dan Organisasi
Analisis
Perubahan dari Perusahaan PT Pertamina
Disusun
oleh :
Anisya
Diana Novita
1620200074
Dosen
Pengampuh :
Charisma
Ayu Pramuditha, M.HRM
STIE
MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
2019
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya
dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang “Analisis Perubahan dari Perusahaan PT Pertamina”, yang kami sajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari
Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan
yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.
Terimakasih.
Palembang, 3 November 2018
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………..i
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………...1
1.1 LATAR
BELAKANG……………………………...…………………………………1
1.2 RUMUSAN MASALAH………………………………………...……………...……6
1.3 TUJUAN
PENULISAN…………………………………...………………….………6
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………...…………………..………7
2.1 PENGERTIAN MANAJEMEN
PERUBAHAN ……….....................………………7
2.2 RIWAYAT PERUSAHAAN PT
PERTAMINA…………....……………..………..…7
2.3 PERUBAHAN YANG DI LAKUKAN
PT PERTAMINA………………………..…8
BAB 3 PENUTUP……………………………………………………….…………………...…14
3.1 KESIMPULAN…………………………..............…………………………..…...…14
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………....……15
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perubahan terjadi dimana#mana, kapan saja
tidak memandang jenis benda dan usia. Pada faktanya, perubahan juga tidak dapat
dihentikan oleh siapa pun, sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan pasti
terjadi dan akan selalu terjadi. Jef dafidson, menyatakan bahwa
perubahanmerupakan kejadian alam yang atau perilaku orang yang berbeda dari
sebelumnya.
Manajemen merupakan istilah yang sudah
dikenal oleh banyak orang saat ini. Robin dan Coulter menyatakan bahwa
manajemen adalah proses koordinasi dan integrasi kegiatan-kegiatan kerja agar
terselesaikan secara efektif dan efisien melalui orang lain. Kegiatan yang
dikoordinasikan dandiintegrasikan itu mulai dari perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpianan, sampai pada control atau pengendalian.
Mengacu pada uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa manajemen perubahan merupakan pengelolaan sumber daya untuk
mencapai tujuan organisasi, dalam kondisi lingkungan yang bergerak terus
menerus. Manajemen perubahan perlu mengambil pelajaran dari pengalaman
sebelumnya,menjalankan proses perubahan dengan benar dan memberikan peran dan
tanggung jawab kepadasemua stakeholder sesuai proporsinya.
Semua organisasi merupakan bagian dari
sistem social yang hidup ditengah masyarakat,masyarakat itu sendiri memiliki sifat
dinamis, selalu mengalami perubahan dan perkembangankarakteristik masyarakat
seperti itu menuntut orgaisasi untuk juga memiliki sifat dinamis. Tanpa dinamika
yang sejalan dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak akan survive apalagi
berkembang. Ini berarti bahwa perubahan dalam suatu organisasi merupakan
kebutuhan yang tidakdapat dihindari. Secara terus-menerus organisasi harus
menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi dilingkungannya.
Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas
bumi yang dimliki pemerintah Indonesia. Lingkup usaha Pertamina terdiri atas
sector bisnis energy di hulu dan di hilir.Sector bisnis energy hulu meliputi
eksplorasi dan produksi minyak, gas dan panas bumiyang dilakukan di dalam
negeri dan luar negeri. Kegiatan ini dilakukan melalui operasisendiri oleh
perusahaan dan juga melalui kemitraan dalam bentuk kerjasama secaraJOB (Joint
Operation Body),TAC(Technical Assistance Contract), dan JOC (Joint Operating
Contract).
Sektor bisnis energy hilir meliputi
kegiata pengolahan minyak mentah, pemasaran, dan niaga produk-produk hasil
minyak dan petrokimia. Produk-produk yang dihasilkan Pertamina meliputi Bahan
Bakar Minyak (BBM), non BBM, LPG,LNG, petrokimia dan pelumas.Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971 pertamina ditunjuk oleh pemerintah untuk
menjadi perusahaan yang melaksanakan bisnis di bidang produks idan
pendistribusian BBM di dalam negeri, atau sebagai Public service Obligation.
Namun demikian, pada tahun 2001 pemerintah
mengeluarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 yang menjelaskan bahwa Pertamina
tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang melaksanakan produksi dan
pendistribusian BBM bersubsidi.Penyelenggaraan bisnis PSO ini akan diserahkan kepada mekanisme
persaingan usaha yang wajar, sehat dan transparan dengan penetapan harga sesuai
dengan yang berlaku di pasar. Pada masa ini Pertamina dihadapkan dengan keadaan
dimana Pertamina harus berusaha menjadi institusi bisnis yang bersaing dengan
perusahaan minyak lain dalam bisnis perminyakan. Memasuki tahun 2006,pemerintah
Indonesia memberlakukan kebijakan baru tentang pola kompensasi pendistribusian
BBM bersubsidi. Perubahan kebjakan tersebut adalah dari cost + fee menjadi berasarkan harga keekonomian plus margin.
pertamina pun kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk
melaksanakan penditribusian BBM bersubsidi.
Pola penugasan ini merupakan peluang
sekaligus tantangan bagi Pertamina, dimana Pertamina baru saja memposisikan
diri sebagai entitas bisnis murnidan tiba-tiba dituntut untuk mendapatkan laba
sebesar-besarnya bagi kepentingan pemegang saham, dalam hal ini negara. Harapan
stakeholders atas kinerja Pertamina
semakin meningkat. Keuntungan perusahaan dijadikan tolok ukur utama serta
tuntutan pemerintah agar Pertamina memberikan deviden yang besar dengan system
yangbersih dan transparan. Menanggapi kondisi tersebut Pertamina melaksanakan
perubahan secara mendasar dengan mencanangkan program transformasi yang dimulai
sejak 20 juli 2006. Transformasi yang dilakukan berkaitan dengan
temafundamental dan tema bisnis.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan manajemen
perubahan ?
1.2.2
Bagaimana riwayat perusahaan PT. Pertamina ?
1.2.3
Apa saja perubahan yang dilakukan PT. Pertamina ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1
Untuk mengetahui apa itu manajemen perubahan.
1.3.2
Untuk mengetahui bagaimana riwayat peerusahaan PT. Pertamina.
1.3.3
Untuk mengetahui apa saja perubahan yang dilakukan PT. Pertamina.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Manajemen Perubahan
Perubahan
tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia.
Perubahan mulai disadari menjadi
bagian yang penting dari suatu organisasi diawali sekitar 40 tahun yang lalu.
Dimulai oleh dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan bagi peningkatan kualitas produksi
yang dihasilkan. Berbagai upaya dan pendekatan telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang timbul akibat adanya
perubahan.
Berdasarkan Buku Change Management karangan Jeff
Davidson bahwa Manajemen Perubahan (Change Management) merupakan sebuah proses
penyejajaran (alignment) berkelanjutan sebuah organisasi dengan pasarnya dan
melakukanya lebih tanggap dan efektif dari pada para peasingnya. Dimana
Manajemen Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat
yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi. Perubahan dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal
dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
Manajemen perubahan adalah proses terus-menerus
memperbaharui organisasi berkenaan dengan arah, struktur, dan kemampuan untuk
melayani kebutuhan yang selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para pekerja
itu sendiri. Kegiatan manajemen perubahan harus berlangsung pada tingkat tinggi
mengingat laju perubahan yang dihadapi akan lebih besar dari masa sebelumnya.
2.2
Riwayat Perusahaan PT Pertamina
PT
Pertamina (Persero) adalah sebuah BUMN yang dahulu bernama Perusahaan
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara yang menempati urutan ke 122 dalam
Fortune Global 500 pada tahun 2013. Pertamina adalah hasil gabungan dari
perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember
1957.
Sebagai lokomotif perekonomian bangsa, Pertamina
merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi
minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. Pertamina menjalankan kegiatan
bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga
dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.
Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina
menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis
sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan
luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta
transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi
tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta
aktivitas lainnya yang terdiri atas pengembangan energi panas bumi.Dengan
pengalaman lebih dari 55 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk berkomitmen
menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan penguasaan teknis yang
tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.Berorientasi pada kepentingan
pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat
berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa
Indonesia.
2.3
Perubahan yang di lakukan PT Pertamina
Melakukan
perubahan pada suatu organisasi tentunya bukanlah perkara yang mudah,
diperlukan kesiapan dan sejumlah strategi atau langkah langkah yang benaragar
tujuan yang diharapkan dari dilakukannya perubahan dapat tercapai. Kotter dalam
The heart of change menjabarkan 6 strategi atau langkah langkah dalam melakukan
perubahan. Berikut ini adalah Eight-stage Process ala Kotter tersebut:
1. Establishing sense of urgency (Membangun situasi
perlunya perubahan)
Suatu perubahan akan terjadi jika seluruh
anggota organisasi atau perusahaan menginginkannya. Mengembangkan rasa urgensi
pada semua karyawan sangat diperlukan guna menciptakan perubahan ditubuh
perusahaan. Stimulasi motivasi dari pemimpin merupakan langkah awal
pengembangan rasa urgensi ini. Stimulasi tersebut secara sederhana dapat
dimulai dengan dialog yang intens dan komunikatif antarapemimpin dengan bawahan
terkait masalah-masalah yang timbul dalam perusahaan.PERTAMINA adalah
perusahaan yang dimiliki negara dan bangsa Indonesia.Oleh karenanya banyak
stakeholder yang berharap perusahaan PERTAMINA dalammenjalankan operasionalnya
diselenggarakan secara bersih, bebas dari unsur KKN,mampu bersaing serta mampu
melayani dan memberikan kontribusi nyata kepadamasyarakat . Harapan besar ini
memicu kesadaran pada diri perusahaan PERTAMINA untuk melakukan suatu
perubahan.Perubahan yang terjadi pada perusahaan PERTAMINA juga didorong dari
situasieksternal yaitu dengan adanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22
tahun2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan gas Bumi dan PP No.
35Tahun 2004 yang mengisyaratkan adanya pemisahan usaha migas hulu dan hilir
pada organisasi PERTAMINA. Perubahan PERTAMINA menuju badan hukum perseroan berdasarkan
dorongan eksternal dari Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut,
menimbulkan suatu kepentingan dan kesadaran bahwa PERTAMINA harus melakukan
perubahan pula dalam bidang kualitas jasa. Bentuk persero (PT) mengisyaratkan
bahwa PERTAMINA harus memiliki daya saing dengan kompetitorlainnya, dan daya
saing tersebut dapat dicapai melalui perubahan perbaikan dalamsistem pelayanan
jasa yang berorientasi kepuasan pelanggan. Dan sebagai perusahaan yang
berbentuk persero dituntut untuk mampu mengelola keuanganperusahaan dengan baik
atau pure business entity.
Untuk menunjang hal ini,PERTAMINA juga
telah melakukan perubahan dalam bentuk struktural, yaitu pembentukan sub
holding salah satu anak perusahaan PERTAMINA, PERTAMINA untuk seluruh kegiatan
hulu yang mempunyai tugas mencari ladang minyak baru,mengembangkan dan kemudian
memproduksikan.
2.
Creating the guiding coalition (Membangun koalisi kerja untuk perubahan)
Langkah selanjutnya adalah menciptakan
koalisi pedoman bagi perubahan organisasi. Kepemimpinan yang kuat membutuhkan
dukungan yang kolektif dari parabawahan. Dukungan tersebut dapat diciptakan
dengan koalisi. Anggota koalisi atau perubahan ini terdiri dari orang-orang
berpengaruh dalam perusahaan berdasarkan jabatan, status, keahlian, bahkan
kepentingan politik. Koalisi ini nantinya akanmenggerakkan dan menanamkan
nilai-nilai perubahan (sense of urgency) kepadakaryawan lain.Dalam menghadapi
perubahan pada PERTAMINA, PERTAMINA tentunya tidak dapat berkerja sendiri tapi
memerlukan usaha kerjasama dari berbagai pihak, baik dari stakeholders,
shareholders, dan serikat pekerja PERTAMINA. Dari tingkat stakeholder,Presiden
Megawati telah menyetujui dan mendorong perubahan perusahaanPERTAMINA menuju
Perseroan Terbatas. Dari dalam diri PERTAMINA sendiri,nantinya PERTAMINA akan
membentuk stratergic holding company.
Holding ini akan menyatukan kegiatan
bisnis di sektor Hulu (oleh PT PERTAMINA EP), Hilir dan Gas.Tiga unsur utama
tersebut dan ditambah anak-anak perusahaan yang menumbuhkanusaha PERTAMINA,
merupakan repositioning yang membentuk korporasi PERTAMINA yang solid.
3. Developing a Vision and Strategy (Membangun
dan Mengembangkan Visi dan Strategi)
Ketika seorang pemimpin mulai berpikir tentang
perubahan, maka yang pertamakali muncul adalah ide-ide dan solusi-solusi seputar
perubahan. Hubungkan ide-idetersebut guna menciptakan visi perubahan yang
diinginkan. Visi yang jelas akan mempermudah pemahaman karyawan pada konsep
perubahan yang diinginkan olehpemimpin. Setelah visi perubahan tercipta,
langkah berikutnya adalah mengkreasi strategi perubahan yang dipilih. Jika visi
perubahan mampu terinternalisasi dengan baikpada karyawan, maka strategi pun
akan lebih mudah dijalankan. Pertamina kian bersemangat untuk meningkatkan
kinerjanya, serta memperkuatkomitmen untuk berkontribusi bagi Indonesia dan
berkiprah hingga ke manca negara.Sejalan dengan semangat tersebut PERTAMINA
melakukan berbagai perubahan Untuk memanage perubahan, PT PERTAMINA telah
membuat visi menjadi perusahaanyang berkelas dunia, dan untuk mewujudnya telah
ditetapkan beberapa langkahstrategis yang akan diambilnya yang semuanya
terangkup dalam agenda transformasiPERTAMINA, terdiri atas:
A.
Perubahan Paradigma manajemen dan Sumberdaya manusia. ( Tata nilai : 6C) Tata
Nilai Meaning
·
Clean (Bersih)
Perusahaan dikelola secara profesional,
menghindari benturankepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi
kepercayaan danintegritas.
·
Competitive
SDM Pertamina harus mampu berkompetisi
dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui
investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
·
Confident (Percaya Diri)
Diharapkan pekerja dapat berperan dalam
pembangunan ekonominasional, menjadi pelopor reformasi BUMN dan membangun
kebanggaanbangsa.
·
Costumer Focused
Berorientasi pada kepentingan pelanggan, dan
berkomitmen memberikanpelayanan terbaik kepada pelanggan
·
Capable (Berkemampuan)
Yang artinya dikelola pemimpin dan pekerja
yang profesional danmemiliki talenta dan penguasaan teknis yang tinggi,
berkomitmen dalammembangun kemampuan riset dan pengembangan.
· Commercial (Komersial)
Menciptakan nilai
tambah yang berorientasi komersial, mengambilkeputusan berdasarkan
prinsip-prinsip bisnis yang sehat PT PERTAMINA telah melakukan koordinasi yang
terintegrasi antara Direktorathulu, Direktorat Pengolahan, Direktorat Pemasaran
dan Niaga, serta DirektoratKeuangan. Tujuannya adalah bagaimana setiap
direktorat dapat menularkan ataupenguatan internalisasi visi dan strategi
perubahan kepada karyawan pertamina,sehingga karyawan dapat diberdayakan untuk
memperlancar proses perubahan.
4.
Generating Short-Term Wins (Menciptakan Keberhasilan Jangka Pendek)
Tidak ada yang dapat lebih memotivasi
individu selain kesuksesan. Kesuksesanmerupakan kemenangan dalam menjalankan
strategi perubahan. Agen perubahanperlu membuat suatu short-term wins pada awal
proses perubahan. Buat target jangkapendek agar karyawan dapat segera menikmati
kesuksesan tercapainya visi perubahan. Pencapaian target ini harus bertahap,
mirip anak tangga, sehingga karyawan akan terus termotivasi untuk mencapai
kesuksesan dalam jangka panjang.Pemempin pun perlu menghargai akan adanya
kegagalan pada target jangka pendek,sehingga karyawan mampu bereaksi pada
feedback positif tersebut dan memperbaikikinerja pada target berikutnya.Sejak
PERTAMINA berubah status badan hukumnya menjadi Perseroan, telahmenciptakan
kesuksesan dalam jangka waktu dekat. Hal ini dapat memperkokoh danmendukung
perubahan yang terjadi menuju ke status pemerimaan dan keseimbangan.
5. Consolidating Gains and Producing More Change
(Melakukan Konsolidasi dan Melanjutkan Perubahan)
Kotter berpendapat bahwa bayak proyek-proyek
perubahan yang gagal karenakemenangan dinyatakan terlalu dini. Kesuksesan
target jangka pendek hanyalah awaldari pencapaian visi perubahan dalam jangka
panjang. Setiap keberhasilanmemberikan kesempatan pada agen perubahan untuk
membangun apa yang benardan mengidentifikasi sektor-sektor apa saja yang masih
bisa ditingkatkan. Evaluasisetiap pencapaian target jangka pendek untuk meningkatkan
kualitas pencapaian target berikutnya.Memasuki awal tahun 2011 kemarin,
pendapatan PERTAMINApada tahun 2010berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp438
triliun, meningkat 17,9% daripendapatan 2009 sebesar Rp371,52 triliun.Hal ini
membawa kenaikan laba bersih perusahaan menjadi Rp16,77 triliun dibandingkan
2009 sebesar Rp16,2 triliun.Hal ini merupakan hasil yang uar biasa. Karena
didalamnya menjalankan kegiatan atauaktivitasnya, PERTAMINA mempunyai hambatan
yaitu adanya ketertinggalan di sektor hulu, namun Direktorat Hulu telah
mengikat berbagai kerjasama yang dimaksudkan untuk meningkatkan produksi,
sekaligus melakukan transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan minyak kelas
dunia. Sejak tahun 2007 PERTAMINA juga telah melakukansejumlah Kesepakatan
Kerja Sama (MoU) yang telah ditandatangani dengan berbagaiperusahaan minyak
terkemuka berhasil direalisasikan kerja samanya, termasuk diantaranya adalah
dengan StatoilHydro, Shell, Petronas, dan Petrovietnam.
6. Anchoring new approaches in the culture
(menanamkan pendekatan baru kedalam budaya kerja)
Terakhir, agen perubahan harus membuat visi
perubahan melekat dan menjadi bagian inti dari organisasi. Internalisasikan
visi perubahan ini menjadi budayaorganisasi yang baru. Visi perubahan yang
telah menjadi budaya organisasi akan tercermin dari perilaku atau kinerja
karyawan sehari-hari. Para pemimpin perusahaanpun harus tetap menjaga buadaya
organisasi ini berjalan dengan semestinya. Lakukanupaya berkelanjutan untuk
memastikan bahwa perubahan ini terlihat dalam setiap aspek organisasi, sehingga
tercipta budaya organisasi yang solid.Program transformasi di Direktorat
Pemasaran dan Niaga saat ini mencapai hasilyang paling menggembirakan.
Masyarakat sudah menyaksikan banyak perubahan yangterlihat di SPBU-SPBU
Pertamina.Apabila kita lihat saat ini terjadi perubahan padaSPBU- SPBU
PERTAMINA. Dahulu kita melihat SPBU PERTAMINA dengan rata-ratapendapat bahwa
SPBU tersebut kurang bersih dan kurang terawat. Tetapi saat ini hampir seluruh
SPBU. PERTAMINA telah mengalami renovasi
menjadi lebih rapih,tertata dan bersih. Selain itu PERTAMINA juga telah
mengkampanyekan program “Pasti Pas” melalui media massa yang bisa kita lihat di
iklan televisi. Saat ini takkurang dari 217 SPBU telah memperoleh sertifikat
Pasti Pas, sedangkan 496 SPBU lainnya sedang dalam proses menjalani program
sertifikasi. Keseluruhan programtransformasi ini ditujukan untuk meningkatkan
kepuasaan pelanggan sehingga menjadidaya tarik dari PERTAMINA dalam menghadapi
persaingan global.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Perusahaan PT. Pertamina melakukan
beberapa perubahan yaitu : membangun situasi perlunya perubahan, membangun
koalisi kerja untuk perubahan, membangun dan mengembangkan visi dan strategi,
menciptakan keberhasilan jangka pendek, menanamkan pendekatan baru kedalam
budaya kerja, melakukan konsolidasi dan melanjutkan perubahan. Perubahan –
perubahan tersebut dilakukan untuk menciptakan cara baru dalam mengolah
perusahaan PT. Pertamina dengan tujuan agar perusahaan lebih baik dari
sebelumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Nitami
Aprilliyanti,2019 , Makalah Manajemen Perubahan (Online), (https://www.academia.edu/37983234/MAKALAH_MANAJEMEN_PERUBAHAN
, Diakses pada tanggal 3 november 2019)
Salman
Kasep,2018, Makalah Manajemen Perubahan “Teori Manajemen Perubahan” (Online),
(http://salmankasep89.blogspot.com/2018/02/teori-manajemen-perubahan.html
, Diakses pada tanggal 3 november 2019)
____.____. Profil PT
Pertamina (Online), (http://www.pusatbisnis.org/2014/11/profil-pt-pertamina-persero.html
, Diakses pada tanggal 3 november 2019)

Comments
Post a Comment