Analisis Perubahan dari Perusahaan PT Pertamina


Makalah Manajemen Perubahan Budaya dan Organisasi
Analisis Perubahan dari Perusahaan PT Pertamina




Disusun oleh :
Anisya Diana Novita
1620200074

Dosen Pengampuh :
Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM


STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2019




KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
             Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Analisis Perubahan dari Perusahaan PT Pertamina”, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
             Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terimakasih.









Palembang, 3 November 2018
                                                                                                                                             

                                                    Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………..i
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………...1
1.1 LATAR BELAKANG……………………………...…………………………………1
1.2 RUMUSAN MASALAH………………………………………...……………...……6
1.3 TUJUAN PENULISAN…………………………………...………………….………6
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………...…………………..………7
2.1 PENGERTIAN MANAJEMEN PERUBAHAN ……….....................………………7
2.2 RIWAYAT PERUSAHAAN PT PERTAMINA…………....……………..………..…7
2.3 PERUBAHAN YANG DI LAKUKAN PT PERTAMINA………………………..…8
BAB 3 PENUTUP……………………………………………………….…………………...…14
3.1 KESIMPULAN…………………………..............…………………………..…...…14
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………....……15
















BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perubahan terjadi dimana#mana, kapan saja tidak memandang jenis benda dan usia. Pada faktanya, perubahan juga tidak dapat dihentikan oleh siapa pun, sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan pasti terjadi dan akan selalu terjadi. Jef dafidson, menyatakan bahwa perubahanmerupakan kejadian alam yang atau perilaku orang yang berbeda dari sebelumnya.
Manajemen merupakan istilah yang sudah dikenal oleh banyak orang saat ini. Robin dan Coulter menyatakan bahwa manajemen adalah proses koordinasi dan integrasi kegiatan-kegiatan kerja agar terselesaikan secara efektif dan efisien melalui orang lain. Kegiatan yang dikoordinasikan dandiintegrasikan itu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpianan, sampai pada control atau pengendalian.
Mengacu pada uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen perubahan merupakan pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi, dalam kondisi lingkungan yang bergerak terus menerus. Manajemen perubahan perlu mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya,menjalankan proses perubahan dengan benar dan memberikan peran dan tanggung jawab kepadasemua stakeholder sesuai proporsinya.
Semua organisasi merupakan bagian dari sistem social yang hidup ditengah masyarakat,masyarakat itu sendiri memiliki sifat dinamis, selalu mengalami perubahan dan perkembangankarakteristik masyarakat seperti itu menuntut orgaisasi untuk juga memiliki sifat dinamis. Tanpa dinamika yang sejalan dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak akan survive apalagi berkembang. Ini berarti bahwa perubahan dalam suatu organisasi merupakan kebutuhan yang tidakdapat dihindari. Secara terus-menerus organisasi harus menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi dilingkungannya.
Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimliki pemerintah Indonesia. Lingkup usaha Pertamina terdiri atas sector bisnis energy di hulu dan di hilir.Sector bisnis energy hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas dan panas bumiyang dilakukan di dalam negeri dan luar negeri. Kegiatan ini dilakukan melalui operasisendiri oleh perusahaan dan juga melalui kemitraan dalam bentuk kerjasama secaraJOB (Joint Operation Body),TAC(Technical Assistance Contract), dan JOC (Joint Operating Contract).
Sektor bisnis energy hilir meliputi kegiata pengolahan minyak mentah, pemasaran, dan niaga produk-produk hasil minyak dan petrokimia. Produk-produk yang dihasilkan Pertamina meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM), non BBM, LPG,LNG, petrokimia dan pelumas.Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971 pertamina ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi perusahaan yang melaksanakan bisnis di bidang produks idan pendistribusian BBM di dalam negeri, atau sebagai Public service Obligation.
Namun demikian, pada tahun 2001 pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 yang menjelaskan bahwa Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang melaksanakan produksi dan pendistribusian BBM bersubsidi.Penyelenggaraan bisnis PSO  ini akan diserahkan kepada mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat dan transparan dengan penetapan harga sesuai dengan yang berlaku di pasar. Pada masa ini Pertamina dihadapkan dengan keadaan dimana Pertamina harus berusaha menjadi institusi bisnis yang bersaing dengan perusahaan minyak lain dalam bisnis perminyakan. Memasuki tahun 2006,pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan baru tentang pola kompensasi pendistribusian BBM bersubsidi. Perubahan kebjakan tersebut adalah dari cost + fee  menjadi berasarkan harga keekonomian plus margin. pertamina pun kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan penditribusian BBM bersubsidi.
Pola penugasan ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Pertamina, dimana Pertamina baru saja memposisikan diri sebagai entitas bisnis murnidan tiba-tiba dituntut untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya bagi kepentingan pemegang saham, dalam hal ini negara. Harapan stakeholders  atas kinerja Pertamina semakin meningkat. Keuntungan perusahaan dijadikan tolok ukur utama serta tuntutan pemerintah agar Pertamina memberikan deviden yang besar dengan system yangbersih dan transparan. Menanggapi kondisi tersebut Pertamina melaksanakan perubahan secara mendasar dengan mencanangkan program transformasi yang dimulai sejak 20 juli 2006. Transformasi yang dilakukan berkaitan dengan temafundamental dan tema bisnis.


1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan manajemen perubahan ?
1.2.2 Bagaimana riwayat perusahaan PT. Pertamina ?
1.2.3 Apa saja perubahan yang dilakukan PT. Pertamina ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Untuk mengetahui apa itu manajemen perubahan.
1.3.2 Untuk mengetahui bagaimana riwayat peerusahaan PT. Pertamina.
1.3.3 Untuk mengetahui apa saja perubahan yang dilakukan PT. Pertamina.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Perubahan
                    Perubahan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia.  Perubahan mulai disadari  menjadi bagian yang penting dari suatu organisasi diawali sekitar 40 tahun yang lalu. Dimulai oleh dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya  perubahan bagi peningkatan kualitas produksi yang dihasilkan. Berbagai upaya dan pendekatan telah dilakukan untuk  memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan.
Berdasarkan Buku Change Management karangan Jeff Davidson bahwa Manajemen Perubahan (Change Management) merupakan sebuah proses penyejajaran (alignment) berkelanjutan sebuah organisasi dengan pasarnya dan melakukanya lebih tanggap dan efektif dari pada para peasingnya. Dimana Manajemen Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi. Perubahan  dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
Manajemen perubahan adalah proses terus-menerus memperbaharui organisasi berkenaan dengan arah, struktur, dan kemampuan untuk melayani kebutuhan yang selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para pekerja itu sendiri. Kegiatan manajemen perubahan harus berlangsung pada tingkat tinggi mengingat laju perubahan yang dihadapi akan lebih besar dari masa sebelumnya.
2.2 Riwayat Perusahaan PT Pertamina
      PT Pertamina (Persero) adalah sebuah BUMN yang dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara yang menempati urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2013. Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957.
Sebagai lokomotif perekonomian bangsa, Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.
Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta aktivitas lainnya yang terdiri atas pengembangan energi panas bumi.Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan penguasaan teknis yang tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.Berorientasi pada kepentingan pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
2.3 Perubahan yang di lakukan PT Pertamina
                    Melakukan perubahan pada suatu organisasi tentunya bukanlah perkara yang mudah, diperlukan kesiapan dan sejumlah strategi atau langkah langkah yang benaragar tujuan yang diharapkan dari dilakukannya perubahan dapat tercapai. Kotter dalam The heart of change menjabarkan 6 strategi atau langkah langkah dalam melakukan perubahan. Berikut ini adalah Eight-stage Process ala Kotter tersebut:
1. Establishing sense of urgency (Membangun situasi perlunya perubahan)
 Suatu perubahan akan terjadi jika seluruh anggota organisasi atau perusahaan menginginkannya. Mengembangkan rasa urgensi pada semua karyawan sangat diperlukan guna menciptakan perubahan ditubuh perusahaan. Stimulasi motivasi dari pemimpin merupakan langkah awal pengembangan rasa urgensi ini. Stimulasi tersebut secara sederhana dapat dimulai dengan dialog yang intens dan komunikatif antarapemimpin dengan bawahan terkait masalah-masalah yang timbul dalam perusahaan.PERTAMINA adalah perusahaan yang dimiliki negara dan bangsa Indonesia.Oleh karenanya banyak stakeholder yang berharap perusahaan PERTAMINA dalammenjalankan operasionalnya diselenggarakan secara bersih, bebas dari unsur KKN,mampu bersaing serta mampu melayani dan memberikan kontribusi nyata kepadamasyarakat . Harapan besar ini memicu kesadaran pada diri perusahaan PERTAMINA untuk melakukan suatu perubahan.Perubahan yang terjadi pada perusahaan PERTAMINA juga didorong dari situasieksternal yaitu dengan adanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan gas Bumi dan PP No. 35Tahun 2004 yang mengisyaratkan adanya pemisahan usaha migas hulu dan hilir pada organisasi PERTAMINA. Perubahan PERTAMINA menuju badan hukum perseroan berdasarkan dorongan eksternal dari Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut, menimbulkan suatu kepentingan dan kesadaran bahwa PERTAMINA harus melakukan perubahan pula dalam bidang kualitas jasa. Bentuk persero (PT) mengisyaratkan bahwa PERTAMINA harus memiliki daya saing dengan kompetitorlainnya, dan daya saing tersebut dapat dicapai melalui perubahan perbaikan dalamsistem pelayanan jasa yang berorientasi kepuasan pelanggan. Dan sebagai perusahaan yang berbentuk persero dituntut untuk mampu mengelola keuanganperusahaan dengan baik atau pure business entity.
Untuk menunjang hal ini,PERTAMINA juga telah melakukan perubahan dalam bentuk struktural, yaitu pembentukan sub holding salah satu anak perusahaan PERTAMINA, PERTAMINA untuk seluruh kegiatan hulu yang mempunyai tugas mencari ladang minyak baru,mengembangkan dan kemudian memproduksikan.
2. Creating the guiding coalition (Membangun koalisi kerja untuk perubahan)
Langkah selanjutnya adalah menciptakan koalisi pedoman bagi perubahan organisasi. Kepemimpinan yang kuat membutuhkan dukungan yang kolektif dari parabawahan. Dukungan tersebut dapat diciptakan dengan koalisi. Anggota koalisi atau perubahan ini terdiri dari orang-orang berpengaruh dalam perusahaan berdasarkan jabatan, status, keahlian, bahkan kepentingan politik. Koalisi ini nantinya akanmenggerakkan dan menanamkan nilai-nilai perubahan (sense of urgency) kepadakaryawan lain.Dalam menghadapi perubahan pada PERTAMINA, PERTAMINA tentunya tidak dapat berkerja sendiri tapi memerlukan usaha kerjasama dari berbagai pihak, baik dari stakeholders, shareholders, dan serikat pekerja PERTAMINA. Dari tingkat stakeholder,Presiden Megawati telah menyetujui dan mendorong perubahan perusahaanPERTAMINA menuju Perseroan Terbatas. Dari dalam diri PERTAMINA sendiri,nantinya PERTAMINA akan membentuk stratergic holding company.
Holding ini akan menyatukan kegiatan bisnis di sektor Hulu (oleh PT PERTAMINA EP), Hilir dan Gas.Tiga unsur utama tersebut dan ditambah anak-anak perusahaan yang menumbuhkanusaha PERTAMINA, merupakan repositioning yang membentuk korporasi PERTAMINA yang solid.
3. Developing a Vision and Strategy (Membangun dan Mengembangkan Visi dan Strategi)
 Ketika seorang pemimpin mulai berpikir tentang perubahan, maka yang pertamakali muncul adalah ide-ide dan solusi-solusi seputar perubahan. Hubungkan ide-idetersebut guna menciptakan visi perubahan yang diinginkan. Visi yang jelas akan mempermudah pemahaman karyawan pada konsep perubahan yang diinginkan olehpemimpin. Setelah visi perubahan tercipta, langkah berikutnya adalah mengkreasi strategi perubahan yang dipilih. Jika visi perubahan mampu terinternalisasi dengan baikpada karyawan, maka strategi pun akan lebih mudah dijalankan. Pertamina kian bersemangat untuk meningkatkan kinerjanya, serta memperkuatkomitmen untuk berkontribusi bagi Indonesia dan berkiprah hingga ke manca negara.Sejalan dengan semangat tersebut PERTAMINA melakukan berbagai perubahan Untuk memanage perubahan, PT PERTAMINA telah membuat visi menjadi perusahaanyang berkelas dunia, dan untuk mewujudnya telah ditetapkan beberapa langkahstrategis yang akan diambilnya yang semuanya terangkup dalam agenda transformasiPERTAMINA, terdiri atas:
A. Perubahan Paradigma manajemen dan Sumberdaya manusia. ( Tata nilai : 6C) Tata Nilai Meaning
·    Clean (Bersih)
Perusahaan dikelola secara profesional, menghindari benturankepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan danintegritas.
·    Competitive
SDM Pertamina harus mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

·    Confident (Percaya Diri)
Diharapkan pekerja dapat berperan dalam pembangunan ekonominasional, menjadi pelopor reformasi BUMN dan membangun kebanggaanbangsa.
·    Costumer Focused
 Berorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen memberikanpelayanan terbaik kepada pelanggan
·    Capable (Berkemampuan)
Yang artinya dikelola pemimpin dan pekerja yang profesional danmemiliki talenta dan penguasaan teknis yang tinggi, berkomitmen dalammembangun kemampuan riset dan pengembangan.
·  Commercial (Komersial)
Menciptakan nilai tambah yang berorientasi komersial, mengambilkeputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat PT PERTAMINA telah melakukan koordinasi yang terintegrasi antara Direktorathulu, Direktorat Pengolahan, Direktorat Pemasaran dan Niaga, serta DirektoratKeuangan. Tujuannya adalah bagaimana setiap direktorat dapat menularkan ataupenguatan internalisasi visi dan strategi perubahan kepada karyawan pertamina,sehingga karyawan dapat diberdayakan untuk memperlancar proses perubahan.
4. Generating Short-Term Wins (Menciptakan Keberhasilan Jangka Pendek)
Tidak ada yang dapat lebih memotivasi individu selain kesuksesan. Kesuksesanmerupakan kemenangan dalam menjalankan strategi perubahan. Agen perubahanperlu membuat suatu short-term wins pada awal proses perubahan. Buat target jangkapendek agar karyawan dapat segera menikmati kesuksesan tercapainya visi perubahan. Pencapaian target ini harus bertahap, mirip anak tangga, sehingga karyawan akan terus termotivasi untuk mencapai kesuksesan dalam jangka panjang.Pemempin pun perlu menghargai akan adanya kegagalan pada target jangka pendek,sehingga karyawan mampu bereaksi pada feedback positif tersebut dan memperbaikikinerja pada target berikutnya.Sejak PERTAMINA berubah status badan hukumnya menjadi Perseroan, telahmenciptakan kesuksesan dalam jangka waktu dekat. Hal ini dapat memperkokoh danmendukung perubahan yang terjadi menuju ke status pemerimaan dan keseimbangan.
5. Consolidating Gains and Producing More Change (Melakukan Konsolidasi dan Melanjutkan Perubahan)
 Kotter berpendapat bahwa bayak proyek-proyek perubahan yang gagal karenakemenangan dinyatakan terlalu dini. Kesuksesan target jangka pendek hanyalah awaldari pencapaian visi perubahan dalam jangka panjang. Setiap keberhasilanmemberikan kesempatan pada agen perubahan untuk membangun apa yang benardan mengidentifikasi sektor-sektor apa saja yang masih bisa ditingkatkan. Evaluasisetiap pencapaian target jangka pendek untuk meningkatkan kualitas pencapaian target berikutnya.Memasuki awal tahun 2011 kemarin, pendapatan PERTAMINApada tahun 2010berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp438 triliun, meningkat 17,9% daripendapatan 2009 sebesar Rp371,52 triliun.Hal ini membawa kenaikan laba bersih perusahaan menjadi Rp16,77 triliun dibandingkan 2009 sebesar Rp16,2 triliun.Hal ini merupakan hasil yang uar biasa. Karena didalamnya menjalankan kegiatan atauaktivitasnya, PERTAMINA mempunyai hambatan yaitu adanya ketertinggalan di sektor hulu, namun Direktorat Hulu telah mengikat berbagai kerjasama yang dimaksudkan untuk meningkatkan produksi, sekaligus melakukan transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia. Sejak tahun 2007 PERTAMINA juga telah melakukansejumlah Kesepakatan Kerja Sama (MoU) yang telah ditandatangani dengan berbagaiperusahaan minyak terkemuka berhasil direalisasikan kerja samanya, termasuk diantaranya adalah dengan StatoilHydro, Shell, Petronas, dan Petrovietnam.
6. Anchoring new approaches in the culture (menanamkan pendekatan baru kedalam budaya kerja)
 Terakhir, agen perubahan harus membuat visi perubahan melekat dan menjadi bagian inti dari organisasi. Internalisasikan visi perubahan ini menjadi budayaorganisasi yang baru. Visi perubahan yang telah menjadi budaya organisasi akan tercermin dari perilaku atau kinerja karyawan sehari-hari. Para pemimpin perusahaanpun harus tetap menjaga buadaya organisasi ini berjalan dengan semestinya. Lakukanupaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa perubahan ini terlihat dalam setiap aspek organisasi, sehingga tercipta budaya organisasi yang solid.Program transformasi di Direktorat Pemasaran dan Niaga saat ini mencapai hasilyang paling menggembirakan. Masyarakat sudah menyaksikan banyak perubahan yangterlihat di SPBU-SPBU Pertamina.Apabila kita lihat saat ini terjadi perubahan padaSPBU- SPBU PERTAMINA. Dahulu kita melihat SPBU PERTAMINA dengan rata-ratapendapat bahwa SPBU tersebut kurang bersih dan kurang terawat. Tetapi saat ini hampir seluruh SPBU.  PERTAMINA telah mengalami renovasi menjadi lebih rapih,tertata dan bersih. Selain itu PERTAMINA juga telah mengkampanyekan program “Pasti Pas” melalui media massa yang bisa kita lihat di iklan televisi. Saat ini takkurang dari 217 SPBU telah memperoleh sertifikat Pasti Pas, sedangkan 496 SPBU lainnya sedang dalam proses menjalani program sertifikasi. Keseluruhan programtransformasi ini ditujukan untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan sehingga menjadidaya tarik dari PERTAMINA dalam menghadapi persaingan global.


BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
            Perusahaan PT. Pertamina melakukan beberapa perubahan yaitu : membangun situasi perlunya perubahan, membangun koalisi kerja untuk perubahan, membangun dan mengembangkan visi dan strategi, menciptakan keberhasilan jangka pendek, menanamkan pendekatan baru kedalam budaya kerja, melakukan konsolidasi dan melanjutkan perubahan. Perubahan – perubahan tersebut dilakukan untuk menciptakan cara baru dalam mengolah perusahaan PT. Pertamina dengan tujuan agar perusahaan lebih baik dari sebelumnya.

                     

DAFTAR PUSTAKA

Nitami Aprilliyanti,2019 , Makalah Manajemen Perubahan (Online), (https://www.academia.edu/37983234/MAKALAH_MANAJEMEN_PERUBAHAN , Diakses pada tanggal 3 november 2019)
Salman Kasep,2018, Makalah Manajemen Perubahan “Teori Manajemen Perubahan” (Online), (http://salmankasep89.blogspot.com/2018/02/teori-manajemen-perubahan.html , Diakses pada tanggal 3 november 2019)
____.____. Profil PT Pertamina (Online), (http://www.pusatbisnis.org/2014/11/profil-pt-pertamina-persero.html  , Diakses pada tanggal 3 november 2019)

Comments

Popular posts from this blog

Review Jurnal Manajemen Perubahan Budaya dan Organisasi